SHOPPING CART

close
Ayo Gabung Jadi Universalscout, Bumikan Satya Darma Pramuka Tanpa Batasan Ruang dan Waktu

Empat Monyet

Ada seorang lelaki yang memiliki empat monyet. Keempat monyet ini kebetulan semua adalah betina. Sebenarnya lelaki ini memelihara monyet bukan karena hobby, namun kebetulan waktu ia berkemah di hutan ia melihat seekor monyet yang ditelan hidup-hidup oleh seekor anaconda. Sebenarnya ia ingin membebaskan monyet tersebut, namun anaconda lebih kuat mempertahankannya sehingga lelaki ini pun tak kuasa untuk menolong, dan monyet tersebut pun disantap oleh anaconda yang cukup besar, hampir 10 meter panjangnya.

Lelaki tersebut sangat sedih, sebab ia tak bisa menolong mahkluk hidup yang sedang sekarat didepannya. Namun mau bagaimana lagi ia tak kuasa. Apalagi kalau monyet itu berhasil dibebaskan, belum tentu masalah selesai, sebab ada satu mahkluk yang akan kelaparan yaitu anacondanya. Jadi ia mengambil hikmah dari kisah itu bahwa begitulah alam bebas. Semua terjadi dan kelihatan sadis di mata manusia, namun sesungguhnya itu adalah suatu hal yang wajar dan alami dimana sudah merupakan takdirNya.

Saat ia mau pergi, lelaki ini melihat empat monyet kecil dan imut saling berpelukan di bawah sebuah pohon besar, wajah mereka nampak sangat ketakutan. Lelaki ini menduga bahwa keempat monyet tersebut adalah anak dari monyet besar yang dimakan anaconda tadi. Karena marasa kasihan akhirnya lelaki ini membawa pulanglah empat monyet tersebut, dan memeliharanya sampai sekarang.

Dan kini setelah sekian tahun berlalu, empat monyet tersebut sudah tumbuh menjadi monyet yang besar dan trengginas. Mereka sangat dekat dengan lelaki tersebut. Kemana-mana mereka selalu bersama. Namun ada satu hal yang selalu terjadi yaitu empat monyet ini suka berkelahi satu sama lain sehingga kadang isi rumah lelaki ini jadi berantakan tak karuan. Tapi si lelaki tetap sabar dan senyum melihat tingkah polah monyet-monyetnya tersebut.

Memang apa masalahnya empat monyet ini berkelahi? Sebenarnya masalahnya adalah kecemburuan. Jadi apabila lelaki ini memberi satu hal pada salah satu monyet, maka bila monyet yang lain tak diberi yang tak diberi ini akan marah. lelaki tersebut sebenarnya selalu ingin adil pada empat monyet, tapi karena keadaan dirinya yang miskin kadang ia hanya bisa memberi makan dengan sangat terbatas. Celakanya, monyet-monyet ini tak pernah tahu dan mengerti hal itu. Mereka selalu saja minta jatah makanan yang berlebih. Jadi meskipun tangan kanan megang makanan, kiri megang, bahkan kaki kanan dan kiri pun juga, mereka masih saja kurang. Sebenarnya lelaki itu sudah pernah ingin mengembalikan monyet-monyet ini ke hutan, tapi mereka kembali lagi. Sepertinya tak mau jauh dari lelaki tersebut.

Hingga suatu saat, lelaki ini sakit karena terlalu capek bekerja ditambah masih menghidupi empat monyet yang hinnga ia pun tak bisa mencari makanan untuk monyet-monyet. Ia terbaring lemas di kamarnya yang hanya terdiri dari papan kayu. Malam makin larut, batuknya tak kunjung surut. Dalam temaram lampu minyak ia melihat monyet-monyetnya ramai dan berteriak-teriak. Sepertinya mereka marah, dan beberapa kadang berkelahi satu sama lain. Karena lelaki ini sakit sudah sangat parah, maka hanya bisa melihat saja, tak bisa melakukan apa-apa. Untuk bergerak saja ia tak sanggup.

Mendadak salah satu monyet yang berkelahi menyenggol lampu minyak, dan membuat api dari lampu ini menyambar kain selambu penutup pintu kamar. Tak ayal, dalam beberapa menit api langsung menjalar kemana-mana. Para monyet sangat panik, begitu juga lelaki tadi. Ia berusaha untuk bangkit dan menyelamatkan diri beserta monyet-monyetnya tapi ia tak bisa, badannya lemas tak berdaya. Saat ia berjuang untuk bangun, mendadak sebuah balok yang terbakar api jatuh dari atas dan menimpa dirinya.

Diakhir cerita, rumah lelaki itu pun habis dimakan api, berikut lelaki yang baik hati tadi. Lalu bagaimana keadaan monyet-monyetnya?. Mereka berhasil menyelamatkan diri saat api membesar dengan mendobrak atap ijuk rumah lelaki tersebut. Dan melarikan diri ke hutan. Meninggalkan lelaki dan rumah dimana mereka hidup selama ini…

Tags:

0 thoughts on “Empat Monyet

Leave a Reply

Your email address will not be published.