SHOPPING CART

close
Website Gudep Nganjuk 10.093 - 10.094

Ulah Keegoisan menjadi ketersesatan

Pada tanggal 24 maret 2019. kami melaksanakan tugas dari kakak pembina, yaitu membuat vidio tentang pemandangan alam atau wisata alam yang ada di sekitar. Nah, tugas videonya itu per regu. regu kami bernama regu Bambu. kami memutuskan untuk mengerjakan tugas dari kakak pembina dengan membuat video di desa sekitar rumah salah satu regu kami yaitu adell. wisatanya tersebut bernama wisata tani desa betet. regu kami memutuskan sore hari untuk mengerjakan tugas membuat video.

Pagi harinya sebelum sore, dua orang anak dari regu kami yaitu adilla dan ningrum, melakukan survei ke tempat wisata tersebut. mereka berdua tidak tau jalur menuju wisata yang mau dikunjungi, akhirnya mereka bertanya jalurnya pada temannya yang pernah ke wisata tersebut. lalu mereka segera mengikuti rute tersebut, sesampainya di rumah” besar adilla dan ningrum tidak tau gang ke berapa? lalu mereka bertanya pada anak kecil, dik jalannya ke wisata desa betet i kemana? adik” tersebut menjawab itu kak lurus aja, sambil tertawa. sebenarnya adilla kurang yakin pada anak tersebut tapi ningrum tetap ingin mengikuti jalur tersebut. akhirnya ningrum dan adilla berdebat.

Ningrum dia tetap ingin mengikuti jalur tersebut, akhirnya setelah debat lumayan lama. Adilla pun mengalah lalu ikut dengan apa yang diminta ningrum. lalu di tengah perjalanan anak” kecil itu tertawa, sambil berkata haahaahaa, , kak kak. . kena tipu, itu kuburan kak bukan wisata. lalu ningrum dan adilla pun kaget, terus mereka melihat apakah itu benar jalur ke wisata desa betet ataukah ke kuburan. namun, ternyata anak-anak kecil tersebut benar itu kuburan. karena keegoisan ningrum, akhirnya mereka tersesat ke kuburan. lalu ningrum dan adilla memutar balik motor, lalu kembali ke jalan semula. lalu mereka tanya pada seorang petani, lalu mereka menemukan jalur. jalur yang di beritahukan oleh bapak petani tadi sangatlah becek dan sangat sangat tidak enak sama sekali. namun karena tekad adilla dan ningrum sangat kuat mereka ingin survei tempat, mereka tetap melanjtkan perjalanannya tersebut. sesampainya di tengah jalan, motor mereka terjebak dengan lumpur, tapi ningrum tetap kekeh dengan kemauannya untuk terus melanjutkan perjalanan. tapi, semakin lama jalan semakin sangat sangat susah lalu mereka memutar balik motor. setelah 20 menitan mereka menuntun/mendorong motornya kembali ke jalan semula. di pinggiran jalan tersebut, banyak terdapat sawah. sehingga saat mereka menuntun sepeda motor dikira motornya bocor.

Setelah kembali ke jalan semula celana Adilla dan Ningrum basah dan banyak terdapat lumpur. lalu mereka bertanya kepada seorang petani lagi, pak, apa ada jalur lain menuju ke wisata desa betet selain jalan yang itu? Bapak itu menjawab, ada nak lewat sini lurus saja belok kanan, lalu belok kanan lurus lalu belok kiri, nah itu sudah sampai. jalurnya sudah dekat nak!lalu mereka berdua mengikuti arahan bapak petani tadi. hingga akhirnya mereka sampai ke tempat yang ingin di survai.

Dari cerita inilah kita bisa mengambil hikmah yaitu, janganlah egois. karena keegoisan itu akan menimbulkan hal buruk seperti contoh yang terdapat pada cerita tersebut. Namun jika tersesat janganlah takut, karena ketersesatan itulah yang membuat kalian tahu pemandangan atau keidahan keindahan alam lain yang belum diketahui, Karena tersesat juga kita bisa tahu sensasi atau pengalaman baru dan nyata dari ketersesatan itu. Ingat tersesat yang dimaksud ialah tersesat dalam hal kebaikan, seperti tersesat di perjalanan. hal ini menyebabkan kita untuk menambah wawasan yang baru.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat

Tags:

0 thoughts on “Ulah Keegoisan menjadi ketersesatan

Leave a Reply

Your email address will not be published.