SHOPPING CART

close
Website Gudep Nganjuk 093 - 094 Pasukan Khas Pramuka Udara

Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Kali ini kita akan membahas tentang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam konteks kemanusiaan masa kini. Jika kita melihat manusia semua, ada beragam corak dan kelakuan mereka. Ada yang baik ada pula yang buruk perangainya. Andai mereka bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa tentunya perangai mereka tidak akan ada yang buruk. Betulkah begitu?

Dahulu ada cerita tentang Nabi Sulaiman yang meminta kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta agar diijinkan menangkap iblis dan memenjarakannya agar tak mengganggu manusia. Tuhan menjawab permintaan Nabi Sulaiman dengan berita bahwa tak ada manfaatnya memenjarakan iblis. Tapi Nabi Sulaiman tetap bersikukuh agar diijinkan menangkap dan mengikat iblis meski hanya beberapa waktu. Akhirnya Tuhan Yang Maha Agung pun mengijinkan, dan ditangkaplah Iblis, hal ini bisa terjadi sebab Nabi Sulaiman adalah utusan yang diberi kelebihan sebagai penguasa alam nyata maupun ghaib.

Selepas iblis ditangkap, Nabi Sulaiman memerintahkan pembantunya untuk ke pasar guna melihat bagaimana keadaan masyarakat setelah iblis ditangkap, dipilih pasar sebab disana adalah tempat yang paling disukai iblis dan pasukannya. Pembantunya pun segera berangkat dan tak lama kemudian kembali dengan tergopoh-gopoh. Ia menceritakan apabila pasar sangat sepi dan tak ada aktifitas sama sekali. Nabi Sulaiman tersenyum. “Baiklah besok kita lihat kembali”, begitu ujarnya.

Keesokan harinya, kembali Nabi Sulaiman mengutus pembantunya untuk melihat keadaan pasar. dan keadaan pasar ternyata sama seperti kemarin, bahkan tampak tak terurus meski baru ditinggal sehari. Nabi Sulaiman curiga, lalu bertanya kepada pembantunya, kemana gerangan masyarakatnya? Pembantu Nabi Sulaiman pun bercerita bila orang-orang semua sibuk memohon ampun dan beribadah di tempat-tempat ibadah, bahkan juga mereka sibuk mengingat kematian di pemakaman. Mereka betul-betul menyesal dan tak peduli lagi dengan dunia, bagi mereka dunia tak ada artinya sama sekali. Sehingga mereka tak peduli lagi dengan kehidupannya apalagi keadaan bumi seisinya.

Mendengar hal ini Nabi Sulaiman akhirnya paham apa yang dimaksud Tuhan Yang Maha Esa bahwa menangkap iblis tak ada manfaatnya, sebab manusia justru menjadi seperti malaikat dan sibuk antri untuk pulang ke akhirat bahkan mengabaikan urusan dunia yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya sebagai khalifah, meski dunia dan isinya ini tak ada arti dibanding beribadah kepada Allah. Manusia semua takut akan azab Allah. Diciptakan iblis dengan pasukannya adalah ujian bagi manusia, sehingga manusia ini akan mendapatkan kelasnya sebagai mahkluk sempurna. Memilih mengurusi dunia dan meninggalkan akhirat atau mengurusi dunia sesuai batas yang ditentukan sebagai bukti bahwa ia menepati fitrah penciptaannya semata sebagai bagian ketaqwaan demi Allah Ta’alaa. Itulah makna ujian. Tanpa ujian manusia tak ada bedanya dengan Malaikat. Sungguh Tuhan Yang Maha Esa lebih tahu dan mengerti apa yang terbaik bagi manusia.

Kemudian Nabi Sulaiman pun melepaskan Iblis dan pasar-pasar kembali ramai. Wallahu’alam

Dari cerita diatas, terlepas bagaimana fakta sebenarnya karena kakak juga mengutip dari cerita hikmah, kita bisa memahami bahwa taqwa adalah tantangan bagi manusia. Tidak auto manusia itu bisa bertaqwa meski manusia adalah mahkluk yang dilahirkan dalam keadaan suci bersih, kecuali mereka yang dikehendakiNya. Dan tempat terbaik ada disisi Allah bagi manusia yang mampu bertaqwa. Andai semua manusia bertaqwa akan baik kehidupan mereka, memang iya. Tapi masalahnya, ada banyak ujian untuk bertaqwa dan tidak semua manusia memiliki kemampuan yang sama untuk ini. Ada yang begitu mudah ada juga yang sulit. Namun yang terbaik adalah terus berjuang untuk bertaqwa, bukan menggunakan alasan bahwa kemampuan manusia berbeda dalam bertaqwa sebagai alasan pembenar diri agar tidak bertaqwa atau malas-malasan untuk berikhtiar menjadi hamba yang bertaqwa.

Mari kita semua berlomba-lomba dan saling menolong dalam ketaqwaan. Semoga Allah Yang Maha Tunggal menjadikan kita dalam kelompok hamba-hambaNya yang bertaqwa dan bisa pulang dalam keadaan khusnul khatimah. Aamiin Ya Robbal’alamiin 🙂

Tags:

0 thoughts on “Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Leave a Reply

Your email address will not be published.