SHOPPING CART

close
Ayo Gabung Jadi Universalscout, Bumikan Satya Darma Pramuka Tanpa Batasan Ruang dan Waktu

Setengah Hati Dalam Berbuat Baik

Kita terbiasa setengah hati ketika melakukan sesuatu yang tidak kita senangi. Ada seribu satu alasan kenapa kita melakukan hal itu, dengan inti membenarkan tindakan kita kenapa kita melakukannya dengan setengah hati. Lalu apakah melakukan perbuatan baik dengan setengah hati itu baik?

Bila hal ini ditanyakan pada kita sebagai pelaku, tentu jawabanya adalah baik. Wong memang itu yang diinginkan. Namun secara umum dan kepatutan tentu tidak. Kita bisa berdalih bahwa mending setengah hati, ketimbang tidak sama sekali. Bagaimana kalau orang lain juga berpendapat, sebaliknya. Lebih baik tak dilakukan, wong gak ikhlas, hanya setengah hati. Hehehe

Kasus ini sama dengan kita mengomentari gelas yang berisi air tepat ditengah-tengahnya, satu sisi kita bisa mengomentari itu setengah isi, sisi lain kita bisa mengomentari itu setengah kosong. Ini hanya masalah perspektif. Bukan sebuah penyelesaian masalah.

Lalu,harusnya bagaimana dong?

Seharusnya, ya kita jangan setengah-setengah dalam melakukan hal baik. Kita harus total dan ikhlas. Bagaimana jika kebaikan itu tidak kita suka?

Hanya orang-orang yang tak ingin menjadi hamba yang dicintai Tuhan Maha Esa saja yang ogah-ogahan dengan sebuah kebaikan. Andaikan pahala dari setiap kebaikan itu ditampakkan, tentulah tak akan tersisa kebaikan dimuka bumi ini.

Jadi, saran saya, bila kita melihat suatu kebaikan jangan lah ditunda-tunda, segeralah bertindak untuk menyambutnya. Jangan segan atau ragu apalagi setengah hati, sebab kita tak pernah tahu sampai kapan kita diberi kesempatan bertemu dengan kebaikan, jadi dari pada kita membiarkannya pergi lebih baik segeralah bertindak.

Bagaimana jika hati berat?

Apakah selama ini hati kita telah menyelamatkan kita dari keburukan? Ayo, jujur sajalah bahwa kebanyakan dosa kita justru diawali dari hati. So, ngapain kita terlalu memikirkan hati, wong kenyataannya justru hatilah yang selama ini acap membuat kita terjerembab dalam kubangan dosa. Kira-kira siapa yang membuat kita malas untuk segera bangun dan sholat setiap hari? Tangan, kaki, kepala atau hati?

Tags:

0 thoughts on “Setengah Hati Dalam Berbuat Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published.