SHOPPING CART

close
Ayo Gabung Jadi Universalscout, Bumikan Satya Darma Pramuka Tanpa Batasan Ruang dan Waktu

Sahabat Sejati?

Pagi yang cerah, kulihat setelah aku membuka mata dari tidur panjangku semalam. Yaitu tepat pada pukul 05.00 pagi. Tanpa berfikir panjang akupun bergegas merapikan tempat tidurku dan menuju ke kamar mandi. Setelah sarapan aku besiap-siap untuk berangkat ke sekolah, karena waktu telah menunjukkan pukul 06.00. Aku menggunakan sepedaku untuk menuju ke sekolah yang berjarak sekitar 2 km dari rumahku. Itulah aktivitasku setiap hari, yang aku lewati tanpa harus merasa bosan.

Saat di perjalan tiba-tiba terlintas kenanganku saat aku duduk di bangku sekolah dasar. Chacha, Putri, dan Ita adalah sahabat sejatiku. Setiap hari disekolah aku selalu bersama mereka. Aku mengenal mereka saat duduk di bangku kelas 4 SD. Banyak sekali cerita dan kenangan yang ku lalui bersama mereka. Persahabatan kita memang tidak selalu berjalan mulus. Hingga suatu hari tanpa aku sadari tiba-tiba mereka memusuhiku. Aku tidak tau sebabnya apa, padahal aku tidak sedang melakukan kesalahan. Aku tidak pernah meminta maaf kepada mereka karena aku merasa tidak bersalah. Dan setelah 4 hari tiba-tiba mereka meminta maaf kepadaku dan akupun memaafkan mereka.

Yang kuingat peristiwa seperti itu tidak terjadi sekali saja namun berkali-kali. Ceritanya pun sama, dan masalahnya pun sama. Namun setelah kelas 6, aku mulai mengetahui apa masalah mereka. Mereka menjadi sahabat ku hanya karena memanfaatkanku saja. Namun aku masih bingung apa yang mereka manfaatkan.

Memang tak selamanya seorang sahabat itu sejati. Padahal banyak hari-hari ceria dan menyenangkan yang selalu kita lewati bersama-sama. Suka duka pun juga kita lewati bersama. Namun itulah sebuah kenangan dan cerita. Saat kita sudah lulus SD, aku berpisah dengan mereka karena aku pindah ke luar kota. Saat ini kita hanya berkomunikasi melalui SMS dan Media Sosial. Walaupun mereka sering memusuhiku namun saat ini aku sangat merindukan mereka karena sudah 2 tahun kita tidak pernah bertemu. Setiap kita berkomunikasi mereka selalu membicarakan tentang mereka yang memusuhiku. Yang ku katakan kepada mereka hal itu yang aku rindukan.

Akhirnya setelah 30 menit aku sampai disekolah dengan selamat. Aku menaruh sepadaku diparkiran sekolah, lalu berjalan menuju kekelas ku. Dan melewati hari-hari baru bersama 9 sahabat baruku. Mereka bahkan lebih asyik. Namun sahabat ku kali ini bener-bener sejati. Lebih banyak lagi masalah dan pengalaman yang kita lewati bersepuluh. Seru banget selama 2 tahun ini bareng-bareng sama mereka. Mereka itu libih suka diajak gila bareng dari pada jaim bareng. Mungkin ini yang dinamakan SAHABAT SEJATI.

Tags:

0 thoughts on “Sahabat Sejati?

Leave a Reply

Your email address will not be published.