SHOPPING CART

close
Ayo Gabung Jadi Universalscout, Bumikan Satya Darma Pramuka Tanpa Batasan Ruang dan Waktu

Penyesalan

Penyesalan adalah suatu hal yang timbul saat harapan tak sesuai angan dan disisi lain ada kenyataan yang sebenarnya bisa kita raih bila tak memperturutkan apa yang sebelumnya kita pilih. Ibarat dulu kita berada dipersimpangan, kemudian memilih salah satu sisi, namun saat kini kita sadar bahwa sisi yang kita pilih tak seperti harapan, sementara sisi seberang yang dulu tak kita pilih, justru seharusnyalah yang kita pilih.

Rasanya sangat menyesakkan.

Tapi kata orang nasi sudah jadi bubur, tak mungkin akan kembali bubur menjadi nasi apalagi beras. Jadi terima saja dan terus jalani atau tinggalkan dan restart hal yang baru kembali.

Betulkah jalan itu?

Iya, namun tidak sepenuhnya betul. Setiap jalan yang kita pilih pasti selalu memiliki dua sisi, entah jalan ini benar atau tidak. Dua sisi itu pasti selalu mengiringi, yaitu sisi baik dan sisi buruk. Cara pandang kita adalah penentunya. Saat kita cenderung melihat sisi buruknya, maka jalan seindah apapun akan terlihat buruk. Bila kita melihat sisi baiknya, jalan seburuk apapun akan kelihatan baik.

Jadi selama jalan yang kita ambil adalah jalan yang diperbolehkan oleh Sang Pencipta, janganlah menyesal karena memilih jalan itu. Tapi mari instropeksi diri, untuk memperbaiki sisi pandang kita. Kecuali jalan yang kita ambil tersebut memang jalan yang salah di hadapan Sang Pencipta, maka kita patut menyesal dan segera berhijrah memilih jalan yang lurus.

Tapi orang mudah sekali mengeluh dan menyesal saat ini, sebab terlalu banyak pilihan yang dihadapi dan mudah sekali muncul hal-hal baru yang jauh lebih baik dari apa yang telah dimiliki. Itu bagaimana?

Bila kita memperturutkan dunia dan nilai serta sifat-sifatnya, maka kita akan menghadapi hidup yang penuh ketidaktenangan. Hidup kita sangat mudah goyah dan berubah-ubah, seperti air di atas daun talas yang di goyang angin. Sebentar ke kanan sebentar ke kiri. Yang kita kejar hanyalah fatamorgana kesenangan dunia.

Untuk mengurangi penyesalan seperti ini maka kita harus memiliki kesadaran penuh akan arti dan tujuan hidup kita. Dengan memahami kemana dan bagaimana seharusnya kita hidup maka kita bisa menentukan mana-mana yang seharusnya kita jalani, kita pilih dan kita miliki.

Setiap orang yang punya begitu dalam cinta pada urusan dunia cenderung menyesali pilihan-pilihan atau setidaknya mengeluh atas keputusan yang pernah diambil entah cepat atau lambat. Sebab begitulah sifat dunia yaitu tak ada kepastian didalamnya selain dunia sendiri mudah berubah. Sehingga sebaiknya untuk urusan dunia kita lebih baik biasa-biasa saja, jangan berlebihan agar hati tak mudah tersakiti karenanya.

Tags:

0 thoughts on “Penyesalan

Leave a Reply

Your email address will not be published.