SHOPPING CART

close
Website Gudep Nganjuk 093 - 094 Pasukan Khas Pramuka Udara

Menjelajah Ke Desa Bendoasri Rejoso Nganjuk (1)

Pagi itu kami berencana menjelajah ke desa Bendoasri Rejoso Nganjuk dengan maksud mengetahui dimana sih letak desa ini yang akan digunakan sebagan start pelaksanaan Lomba Lintas Alam Piala Kapolres Nganjuk 2018, sebab nama desa ini sangat asing bagi kami. Nah sebagai jawaban atas penasaran tersebut, akhirnya kami putuskan untuk menjelajah alias survei lokasi tersebut. Dengan mengajak Kak Danang, salah satu tim rimba Universalscout akhirnya kami berangkat tanpa persiapan apapun, karena kami perkirakan hanya butuh waktu 1 jam pulang pergi dari Prambon ke lokasi tersebut.

Jam 06.30 kami berangkat bersama dengan mentari pagi yang cerah di bawah langit biru hari 1 sura. Karena kami blank dimana lokasi desa ini, maka google map pun jadi petunjuk arah. Sebenarnya kami mentraget untuk menemukan jalan sesuai petunjuk panitia, yaitu berawal dari Pos Polisi Lemahbang yang menurut juklak ada di jalan Saradan – Nganjuk. Oleh sebab itu kami langsung cus ke arah saradan dan berasumsi jalan yang ditunjuk map adalah jalan sesuai petunjuk panitia. Tapi ditengah perjalanan tepatnya dekat SMP Negeri 1 Wilangan, kami belum juga menemukan pos ini, dan pas lihat google map malah kami dinyatakan salah jalan, seharusnya tadi belok kanan tapi justru kami keblangsak sampai Wilangan, hahaha… sebentar kami diskusi, berburu pos lemahbang apa ikut map, dan taraaa diputuskan akhirnya ikut map. Kami pun balik kanan kembali menuju jalan yang ditunjukkan oleg google map.

Perjalanan balik ke jalur map ini awalanya menyenangkan, meski pada beberapa bagian menyedihkan juga sebab lewat proyek tol Solo – Kertosono. Setelah tiba di pertigaan dekat Perhutani, disini tantangan dimulai. Jalan yang tergelar kedepan terindikasi rusak parah, guys wkwkwk..

Dan ternyata betul, kami harus melewati jalan ditengah hutan yang wujudnya hancur lebur, batu-batunya keluar sehingga semakin menambah ekstrim perjalanan. Beberapa kali map memberi jalur alternatif ditengah hutan itu, tapi ketika kami selidiki ya ampun bentuknya malah lebih sukar. Mungkin bila kami membawa motor trail mungkin ceritanya lain, ini yang kami bawa motor bongsor dengan joki yang berbadan gede-gede pula, alhasil butuh kesabaran ekstra.

Setelah kurang lebih 3 km melewaati jalan berbatu yang hancur lebur, Alhamdulillah kami tiba di desa Tritik. Di desa ini kami mencari informasi kemanakah arah desa Bendoasri, dengan harapan dapat menemukan jalan yang lebih manusiawi hehehe. Setelah tanya-tanya, eh rute yang diberikan tetap sama dengan di google map. Oke, fix.. kami kembali melewati jalan yang seperti tadi, cuma ini kesengsaraannya bertambah sebab harus melewati tanjakan.. horeee. 😛

2 kilometer kurang lebih kami harus berjibaku dengan tanjakan berbatu yang tak bersahabat, untung pemandangan yang tersaji sangat cantik sehingga melupakan susahnya medan. Akhirnya kami tiba di desa Bendoasri. Jauh banget dengan rute yang kami lewati tadi, panas gersang dan serba kering. Bendoasri sangat cocok dengan namanya, desanya sangat asri. Dibawah gunung yang kami ketahui ternyata bernama Pandan, Bendoasri masih menyajikan keadaan alami. Air sungainya sangat jernih, meski ada sampah-sampah pembungkus shampoo motor berserakan, andai sampah-sampah itu tak ada 🙂

Dari Bendoasri kita bisa melihat landskap Nganjuk dari sisi barat laut. Desa ini sangat tenang dan penduduknya ramah-ramah. Setelah putar-putar sana sini kami mampir ke sebuah masjid, dimana ternyata disana pernah dipakai KKN UNP Kediri pada tahun 2014. Pada pukul 11.00 kami akhirnya turun, padahal tadi perkiraan kami cuma 1 jam hahaha.. lha ini jam 11.00 baru turun gunung. Selama perjalanan pulang kami membayangkan betapa susahnya kalau nanti ikut Lomba Lintas Alam lewat rute tadi. Pasti ada jalan lain selain melalui rute tersebut, dan jalan itu adalah lewat pos polisi lemahbang. Oke, hari ini cukup dulu survey melalui rute itu, lain hari kami akan cek lewat rute sesuai panitia. Jam 13.30 kami baru sampai rumah,..

Sabtu 14 September 2018 kami kembali ke Bendoasri. Kali ini kami langsung meluncur ke saradan dan menemukan pos lemahbang. Ternyata melalui pos lemahbang jalan yang harus dilewati untuk ke Bendoasri juauuh lebih mudah. Hanya butuh beberapa meter medan sulit saja sudah masuk ke Bendoasri. Dan akhirnya tim kami pun esok paginya berangkat ke Bendoasri melalui rute yang kedua ini. Kami berpikir kisah Bendoasri sudah selesai sampai disini, tapi ternyata tidak, ada hal yang lebih horor lagi hahaha…. apa itu? Tunggu artikel kami Menjelajah Ke Desa Bendoasri Rejoso Nganjuk (2) 🙂

Tags:

0 thoughts on “Menjelajah Ke Desa Bendoasri Rejoso Nganjuk (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.