SHOPPING CART

close
Ayo Gabung Jadi Universalscout, Bumikan Satya Darma Pramuka Tanpa Batasan Ruang dan Waktu

KU TAHAN TAWA KARENA MEREKA

Ini tentang tahan tawa. Diawali dengan kegiatan di dalam sekolah, aku menunggu kapan kegiatan ini akan berakhir. Mungkin masih lama tetapi semangatku selalu mendorongku untuk tetap mengikutinya. Pundak ini serasa terbelah menjadi dua, bahkan kaki pun serasa menjadi tangan dan sudah sangat lelah tubuh ini bekerja. Pikirku semua ini akan berakhir lama, namun……………….ternyata tidak. Akhirnya semua kegiatan hari itu selesai, semua anak pulang ke rumah mereka masing-masing.

Hari itu aku tidak membawa sepeda, tetapi diantar oleh ibuku. Kutunggu ibuku dengan sabar, hingga air dari langit pun jatuh. Semakin lama air itu jatuh semakin deras pula, angin bertiup dengan kencang. Masih sabar aku menunggu hingga tinggal tersisa beberapa anak saja disitu. Salah satu dari mereka ingin mengantarku pulang, tapi entah kenapa dia tidak berani (sebut saja si ideal). Lalu temanku yang lainnya pun datang menghampiri kami (sebut saja si gendut). Lalu si ideal menyuruh si gendut mengantarku pulang ke rumah dengan menaiki motornya si ideal. Sebelumnya aku sempat menolak keinginannya, tapi akhirnya aku pergi pulang dengan diantar oleh si gendut. Lalu……………………

Akhirnya aku menginjakkan kakiku di rumahku. Namun suatu hal terjadi, apakah itu???????? Ternyata motor yang dinaiki oleh si gendut idak mau menyala. Aku bingung harus bagaimana, Hmmmmm kupikir aku harus menjemput si ideal saja. Di tengah perjalanan aku bertemu dengannya, aku melihat dia berjuang mengayuh sepeda sambil menerjang jalan raya yang banjir disertai hujan deras saat itu. Aku memanggilnya dan berkata bahwa motornya tidak mau menyala di rumahku.

Si ideal pun datang ke rumahku dengan penuh perjuangan mengayuh sepedanya. “Dimana motor saya?” tanya si ideal. Lalu nenekku menjawab dengan tersenyum padanya, “Di belakang sana lho” Si ideal pun menjawab, “Ooo…iya” Kulihat caranya menyalakan motornya yang sedang mati itu. Lalu bagaimana selanjutnya………………..
Woww………..motornya menyala. Tidak lama, si ideal dan si gendut pun pamit untuk pulang. Sungguh ingin tertawa melihat mereka berdua, hahaha………akhirnya si ideal pulang dengan motornya dan si gendut pulang dengan sepedanya. Dalam hatiku, kukatakan hati-hati untuk mereka berdua si gendut dan si ideal.

Tags:

0 thoughts on “KU TAHAN TAWA KARENA MEREKA

Leave a Reply

Your email address will not be published.