SHOPPING CART

close
Website Gudep Nganjuk 10.093 - 10.094

Konservasi Penyu Pantai Kili-Kili – Catatan ASANTI (1)

Berkunjung ke Konservasi Penyu Pantai Kili-Kili adalah Kegiatan ASANTI (AMBALAN PANGERAN SAMBER NYAWA dan TRIBUANA TUNGGA DEWI) kali ini, kami mengajak kalian semua untuk menyimak catatan aktivitas Asanti kala menikmati liburan sekolah di penangkaran Tukik terbaik se Jawa Timur ini.. Ayooo petik hikmah yang ada dan selamat membaca guys.

Di liburan ini, kami mengadakan kunjungan ke konservasi penyu di Kab. Trenggalek tepatnya di Pantai Kili-Kili. Sebenarnya kami kesana ide pertama bukan untuk melakukan kunjungan ke konservasi penyu sih, melainkan untuk menghibur teman kami yang sedang galau karena tidak dianggap saat memberikan usulan pada grup Whatsapp, hehehe. Yaa,,  beginilah sifat aslinya seorang remaja yang masih ditingkat kelabilan. Sudah sudah yukk kita simak kegiatan kami…….

Sebelum kami sepakat berangkat kesana Pembina kami menyarankan untuk mempersiapkan alat-alat’ yang akan dibawa  dan memastikan siapa saja yang akan berangkat. Setelah fix kami disuruh berunding untuk membahas kapan kita berangkat dan agenda apa saja yang dilakukan disana. Setelah selesai kami mengajukan hasil rundingan kami kepada Pembina. Dan taraaaa… hasil diskusi kami diterima untuk di laksanakan 😀

Kami berangkat pukul 17.00 dan seperti biasa berkumpul dahulu di basecamp lapangan Universalscout yang sekaligus rumah Pembina kami. Walaupun pemberangkatan kami terhambat lantaran cuaca sedang hujan tapi kami tak putus asa. Kami tetap nekat berangkat guna menempuh jarak lebih dari 100 KM ini. Karna dihadang hujan dan ada nggota yang telat kami akhirnya berangkat jam 20.00 setelah menunaikan sholat Isya’ berjamaah. Diawali dengan briefing dari pembina dan doa bersama kami kemudian melaju menerobos dinginnya udara malam serta gemercik rintik hujan menambah keharmonisan serta kesyahduan perjalanan… cieeehh

Alhamdulillah ditengah-tengah perjalanan hujan berhenti dan digantikan gemerlapnya bintang dan bulan yang bersinar. Dari situ kami merasa bersyukur sekali karna bisa melihat keindahan ciptaan ALLAH SWT yang amat mengagumkan, meskipun ada sedikit kejadian menyeramkan di perjalanan. Tatkala melewati sebuah jembatan yang rasanya angker, salah satu kakak di rombongan kami melihat ular yang super besar di atas jembatan dan membuatnya kaget plus auto menjerit sehingga membuat semua berhenti mendadak. Setelah mendengar penuturan singkat si kakak ini, pembina langsung mengecek lokasi diikuti kami, namun ular itu sudah tidak ada. Mungkin ia juga kaget ketika enak-enak mengintai mangsa tiba-tiba ada yang menjerit didekatnya hahahaks.. oke habis itu perjalanan pun lanjut

Karna merasa lelah setelah 3 jam berkendara kami memutusan untuk istirahat disebuah masjid yang berlokasi pada dataran tertinggi rute ini. kami melihat banyak sekali serangga yang ada didepan halaman masjid tersebut. Niat hati ingin membersihkan, tapi khawatir mengganggu ketenangan warga sekitar masjid maka kami mengurungkannya, menunggu pagi dan walaupun sedikit terganggu kami tetap beristirahat di halaman masjid tersebut karna teman kami sudah benar benar lelah. Selang beberapa jam adzan subuhpun berkumandang. Kami bergegas sholat  subuh. Setelah sholat dan bersih-bersih kami melanjutkan lagi perjalanan kami yang tertunda.

Setelah 1 jam perjalanan akhirnya kami sampai ditempat tujuan. Tapi seperti biasa, Pembina kami memang unik, meski sudah sampai di depan pintu masuk lokasi, kami diminta cek google maps (GM) apakah sudah tiba atau belum. Dan tahu gak, kata GM, lokasi Pantai kili-kili itu masih didepan sana kurang lebih 8 km lagi, padahal jelas nyata bahwa kami berada di depan pintu gerbang Pantai Kili-Kili. Dan apa kata pembina kami? Sambil senyum-senyum Kakak Pembina bilang, “Ayo ikuti arahan google maps, agar kalian tahu sesuatu”.. waduuh.

Kami pun bergerak kembali dan seperti telah di duga kami tersesat malahan, yang mebuat kakak pembina tertawa ngakak karena melihat wajah aneh kami. :”D lalu dengan enteng bilang, “ya sudah ayo di lihat lagi googlenya”. Pas dilihat eh, si gugel ngajak kembali ke lokasi tadi,, aaduuuuuh kaakkk…!!

Kami pun akhirnya balik kucing, walaupun dengan sedikit dongkol karena dikerjain pembina yang memanfaatkan kesesatan gugel. Oke, lima menit berjalan kami pun sampai. Setelah sampai kami langsung beranjak ke tepi pantai untuk menikmati indahnya pemandangan pesisir pantai yang indah di pagi hari, meski awalnya kami sedikit kebingungan karna kami kesana dengan tujuan mencari informasi tentang penyu, tapi kami belum menemukan orang yang bisa kami tanyai tentang penyu. Keadaannya masih sangat sepi.

Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu sambil bermain ditepi pantai. Ada yang olah raga pagi, sarapan, kejar-kejaran dengan kepiting mungil dan sibuk jeprat jepret. Pembina kami yang unik tahu melakukan apa? Mancing! Iya pembina kami sibuk memancing. Ternyata diam-diam kakak telah menyiapkannya dari rumah. Dan akhirnya beberapa kakak penegak dari Pangeran Sambernyawa serta Tri Bhuwana Tungga Dewi ikut-ikutan, acara kakak pembina pun berganti dari serius mancing menjadi melatih teman-teman teknik mancing dan melempar kail ke laut.. hahaha. Rasain, ganti kami kerjain.. 😀

Saat kembali ke darat, kami bertemu dengan salah satu relawan yang membudidayakan penyu, Pak Sigit nama beliau. Kami pun tak menyia-siakan kesempatan itu untuk bertanya tanya akan kehidupan penyu. Banyak sekali ilmu yang kita dapat dari beliau yang setiap hari menjaga konservasi penyu ini. Kami juga diajak melihat pembudidayaan penyu dipenangkaran tersebut. Kami sangat senang karna bisa melihat bentuk asli penyu wkwkw… ssst, seumur-umur saya baru ini kali lihat penyu secara live. Dipenangkaran tersebut kami ditunjukan fase fase yang dilalui oleh penyu. Dari mulai tukik hingga penyu dewasa yang berukuran sangat besar, bahkan segede mobil minibus. Tidak itu saja kami juga disarankan untuk datang dibulan dimana penyu naik kedaratan untuk bertelur. Kami juga disediakan tempat untuk camping disana sekaligus berlatih penyelematan penyu secara lengkap. Sungguh pengalaman yang sangat fantastik diliburan akhir tahun ini.

BERSAMBUNG…

Penulis : Robin Impessa

Tags:

0 thoughts on “Konservasi Penyu Pantai Kili-Kili – Catatan ASANTI (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.