SHOPPING CART

close
Ayo Gabung Jadi Universalscout, Bumikan Satya Darma Pramuka Tanpa Batasan Ruang dan Waktu

Akhirnya Kak Fahmi Pun Menangis

Kejadian ini sudah berlangsung cukup lama, kurang lebih 6 bulan lalu. Pagi itu, sepulang ujian tengah semester, ya sekitar pukul 09.30 ada sebuah kejadian yang begitu mengharukan, menimpa seorang kakak senior kami. Sebut saja namanya kak Fahmi, sosok kakak yang selalu ceria dan energik. Ia adalah pribadi yang suka bercanda dan unik, sebab kalau sudah ngomong tak bisa berhenti seperti mobil kehilangan rem. Oh ya, satu hal yang jadi ciri khas kakak ini adalah rambutnya senantiasa klimis dan mengkilap, karena setiap waktu selalu dikasih minyak rambut dan disisir rapi. Penampilannya kelihatan beda dari lainnya sebab kancing baju bagian atas pun selalu terkunci meski tak memakai dasi.

Oke, kita lanjut. Di pagi yang cerah dengan angin sepoi-sepoi menyejukkan itu. Kak fahmi duduk diantara kakak-kakak yang lain di rumah joglo kebanggaan sekolah kami. Sebuah tempat yang penuh dengan cerita, salah satunya adalah cerita kak Fahmi ini. Wajahnya kak Fahmi tampak begitu serius dengan sesekali menampakkan raut tak percaya. Kadang ia tersenyum kecut, namun dilain waktu pandangannya kosong menatap jauh ke barat, menembus tiang-tiang joglo yang berwarna coklat tua, bukan karena cat, namun memang kayu yang dipakai telah berusia sangat lama, jauh sebelum saya sendiri lahir. Berbeda dengan kak Fahmi yang begitu menghayati acara pertemuan tersebut. Kakak-kakak yang mengelilinginya malah senyam senyum sendiri, tertawa kecil, bisik-bisik dan tiba-tiba teriak mengagetkan.

30 menit lebih sudah mereka ngobrol, dan wajah kak fahmi yang biasanya ceria kini nampak makin murung. Ia sepertinya sedih sekali. Apakah mungkin karena ia tak bisa mengerjakan soal UTS tadi? Ataukah ada isian yang belum ia isi… ah biasalah anak ujian yang terlalu gugup, biasanya suka kelewat mengisi data nama lembar jawaban, eh ingatnya pas sudah pulang, sehingga bikin semalaman tak bisa tidur. Mendadak kak fahmi berdiri hendak pergi, namun buru-buru salah seorang kakak mencegahnya, dan memanggil kak Fahmi. Kak Fahmi pun menoleh, terlihat jelas matanya berkaca-kaca dan tanpa ada lagi senyum bahagia. Kak Fahmi, menangis… Tak sanggup ia berkata lagi, dan selanjutnya ia pun berlalu pergi membuat kakak-kakak yang lain saling pandang dan berkata “Oalah to, Mi Mi…”

Tags:

2 thoughts on “Akhirnya Kak Fahmi Pun Menangis

Leave a Reply

Your email address will not be published.