Dunia Entahlah

Tulisan tentang Dunia Entahlah ini lahir dari sebuah renungan tentang kehidupan, kehidupan kita manusia saat ini. Apa itu dunia entahlah? Ini adalah sebuah penamaan saya atas dunia kita saat ini, yang penuh dengan ketidaksesuaian, baik ketidaksesuaian hati dan fikiran, hati dan ucapan, ucapan dan pikiran, ucapan dan tindakan, tindakan dan kenyataan, pikiran dan kenyataan daaaan sebagainya.

Kita tak lagi mudah melihat hitam sebagai hitam, merah sebagai merah, hijau sebagai hijau. Semuanya nampak gak jelas. Kita tak mudah lagi untuk meyakini suatu hal. Hari ini A besok bisa B, pagi ini tempe ntar sore bisa jadi kedelai. Setiap hari menebar motivasi tentang kebaikan dan kehormatan tapi saat dihadapkan pada realita justru semua ucapan itu hanya tinggal dongeng pengantar tidur.

Dunia entahlah, menyajikan parade doa dan pilihan hidup yang beda. Banyak yang berdoa semoga masuk surga, namun apa yang dilakukan justru memilih jalan ke arah sebaliknya, neraka. Ingin sekali menjadi orang baik, tapi begitu ketemu dengan peluang kebaikan justru tak diacuhkan dengan sejuta alasan. Bercita-cita untuk membantu sesama tapi yang ada justru menyakiti semua.

Harapannya punya kehormatan namun yang ditampilkan justru merendahkan derajat sebagai mahkluk sempurna dari Tuhan Yang Maha Esa. Yang dipuja-puja bukan lagi yang sibuk menjauhkan diri dari ketiadagunaan, namun justru mereka yang hidup penuh kesia-siaan.

“Banyak kapal dilautan yang kini kehilangan arah tujuan dan berkerumun di satu titik tepian pusaran yang mematikan. Mereka pelan-pelan secara jamaah akan tertarik ke dalam pusaran itu dan tak akan lagi pernah muncul kepermukaan”

Di dunia entahlah nilai-nilai agama seakan tak bisa lagi digunakan sebagai tuntunan, sebab ‘kalah’ oleh hawa nafsu manusia. Inilah awal nilai-nilai agama yang lurus dan benar menguap dan akan tinggal tulisan-tulisan tanpa makna. Ketika manusia lebih mengikuti nilai-nilai ‘buatan’ mereka ketimbang mengikuti nilai-nilai kebenaran, maka mereka yang berjuang menerapkan nilai-nilai agama hanya akan menemukan kehampaan. Sungguh bahaya bila para pejuang ini tak memiliki keluasan pikiran dan iman, karena mereka akan sangat cepat frustasi dan menganggap agama adalah suatu kesalahan.

Tapi sekarang geliat keagamaan bukankah semakin naik?

Jika kita menanam pohon mangga yang teduh dan berbuah manis, tentu saat pohon itu tumbuh besar kita akan menikmati teduh dan manis buahnya. Tapi bila saat ia tumbuh membesar, justru kita merasakan takut, gerah dan mual-mual ketika memakan buahnya, tentu ada yang salah dengan pertumbuhannya, jangan-jangan ini adalah pohon mangga palsu? Maka begitu pula dengan trend kehidupan beragama di tengah-tengah masyarakat kita. Seyogyanya selaras dengan membesarnya antusias beragama, maka akan semakin teduh masyarakat kita. Tapi, bagaimana kenyataannya?

Apakah kita akan larut didalamnya? Itu adalah pilihan kita sendiri. Melompat keluar atau terus berada di dunia entahlah. Semua memiliki konsekuensinya. Kalau saya akan lebih memilih tetap di dalam dan mendorong semua untuk keluar, meski mungkin resiko besar akan saya terima.

Kenapa? Lihatlah dunia yang hakiki, kamu akan tahu jawabnya… mau bersama saya? Siapkan diri untuk segera menerima benturan pertama…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2024 universalscout.com - WordPress Theme by WPEnjoy