SHOPPING CART

close
Ayo Gabung Jadi Universalscout, Bumikan Satya Darma Pramuka Tanpa Batasan Ruang dan Waktu

Di Pandang Sebelah Mata

Suatu hari, ada anak yang bernama Arina, panggil saja ia Arin. Arin perempuan yang biasa saja, bahkan mungkin bisa di bilang ia lemah, dan terkadang ia diremehkan atau di pandang sebelah mata oleh teman-temannya. Suatu ketika, sekolah Arin mengadakan acara besar yang di adakan setiap tahun nya. Berhubung Arin beserta teman-temannya sekarang kelas 8, maka mereka lah yang menjadi panitia acara tersebut. Dan kelas 7 sebagai pesertanya. Sebelum benar-benar disebut sebagai panitia acara tersebut, ada banyak rintangan yang harus dijalani. Sampai saat ini, sudah menginjak rintangan kedua. Rintangan pertama adalah mereka di bagi menjadi beberapa regu, dan Arin masuk ke dalam regu ustadzah C, tugas nya adalah khataman Al-Quran, Sodaqoh, dan Sholat Berjamaah bersama regu. Dan tugas itu sudah terselesaikan. Rintangan kedua adalah membuat artikel, mereka di bagi menjadi beberapa kelompok lagi, dan sungguh Arin tak menyangka, ia menjadi pinru di regu tersebut, yaitu regu B. Namun setelah teman-temannya mengetahui hal tersebut, tatapan nya berbeda, memandang sebelah mata. Dan ada salah satu temannya yang bertanya “Lho Rin, kamu jadi pinru?” dan Arin hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan temannya tersebut.

Begitulah kebanyakan orang, dengan tatapan sinis memandang hanya dengan sebelah mata. Apa mereka lebih baik? Kebanyakan orang menilai seseorang tidak dari perilaku nya ataupun ketulusan hatinya. Tetapi mereka menilai seseorang dari cerita orang lain, tidak mengenal seseorang dengan cara mengenalnya baik-baik dengan seseorang itu sendiri. Menilai orang dari cerita orang? Kalian makan apa yang sudah dicerna oleh orang? Apakah enak? Dan kebanyakan dari mereka mengenal seseorang dari luar nya saja, jika luarnya bertampang kurang baik, maka mereka menganggap orang itu tidak baik, bahkan menganggap itu sangat buruk. Begitu pula sebaliknya. Pesan saya, tidak semua orang yang kalian pandang sebelah mata, kalian anggap remeh, rendah, bawah atau sebangsa nya itu pasti rendah, rendahan, bawahan atau lainnya. Bumi itu berputar secara terus menerus, kita berada diatas untuk turun, berada di bawah untuk naik, jatuh untuk bangkit, terbang untuk mendarat. Jadi,simpan sombong mu baik-baik!

Intinya pasti akan ada jalan keluar untuk sukses dan sekaligus membuktikan bahwa kita tidak akan diremehkan lagi atau dipandang sebelah mata lagi, entah itu dengan cara apa yang harus ditempuh terlebih dahulu, yang jelas suatu saat, cepat atau lambat pasti akan terbukti keberhasilan yang akan membuat orang tidak percaya, tidak dapat di duga sebelumnya, bahkan membuat mereka bangga pada kita sekaligus malu kepada kita bahwa dulu pernah memandang kita sebelah mata.

Tapi, setelah kita menjadi sukses, kita jangan sombong, tetap rendah hati, tetap bantu sesama, walau sebenarnya kita dalam keadaan miskin juga harus tetap begitu, dan jangan memandang sebelah mata pada orang yang belum sukses dan jangan pula membalas dendam terhadap orang-orang yang dulu pernah memandang kita sebelah mata. Semangat!!!

Tags:

0 thoughts on “Di Pandang Sebelah Mata

Leave a Reply

Your email address will not be published.