SHOPPING CART

close
Ayo Gabung Jadi Universalscout, Bumikan Satya Darma Pramuka Tanpa Batasan Ruang dan Waktu

Darkness (PART 2)

Dua tahun berlalu, kekuatan yang mengikat diriku semakin mencekam tajam. Rasanya aku ingin mengakhiri semuanya. Tapi, aku tak tega dengan sahabat sejatiku. Aku hanya mampu mengutuk diriku sendiri. Bagaimana hidupku jika terus seperti ini. Tanpa kusadari, aku telah terlelap ke alam bawah sadar.

“Hai anak muda..”. Aku terkejut dan seketika menoleh ke arahnya. Senyum manis terurai dari wajah tampannya yang mulai berkerut “Siapa kau?”. Aku bingung bagaimana bisa diriku menjadi akrab begini biasanya diriku selalu acuh untuk merespon. Mungkin karena aku adalah lelaki yang sopan dan berwibawa. “Hai Noah, jangan mengutuk dirimu sendiri. Tuhan sangat menyayangi kamu sehingga ia memberikan kekuatan kepada dirimu. Itu semua bukan kutukan ratu darkness seperti apa yang kamu pikirkan. Tetapi, itu semua adalah anugrah karena tidak sembarang orang mewarisi kekuatan itu.Noah, bangkit dan percayalah kepada Tuhan”. Aku terkesiap “Bagaimana anda tahu nama saya? Bahkan saya tidak mengenali anda sebelumnya”. Haah, orang berjanggut putih panjang, berambut sampai betis ini malah tersenyum. Apa orang ini waras? Saat kubalikkan tubuhku dan kubalikkan kembali. Hah, ke mana orang itu pergi. Kurasa nyaliku semakin menciut.”Jangan jangan orang itu set….Arrrrg!”

“Sial!” Tiba-tiba ada sebuah sulur yang mencengkram kakiku.”Lepaskan! Atau kau akan kubunuh!” Tapi, “Huuuaaaaa. Dunia apa ini? Di mana aku? dasar sulur gila!” Terus, terus bertambah hingga puluhan dari mereka menjerat tanganku mengikat leherku, perutku. Jangan panggil aku Noah jika tidak bisa menebas kawanan mereka”Kekuatan listrik, menyatu berhimpunan, meletuplah elektron-elektron, berhantaman. Iiiaa hancurkan! Komponen listrik Everest menyatu dan meletuplah. Meletuplah!” Ciat, sret! “Hahaha…. Mati kau sialan! Perkenalkan aku Noah Yeanger Cades Prime! Jangan sebut aku pecundang! I’m a master of electric! Hahaha.. I have kill you! Puh..” Semua kawanan itu hancur, bahkan hanya menyisakan tulang belulang para sulur”

Arrrggg… Apa itu? Suara yang menyeramkan, menembus kuat ubun-ubun. Dem, dem..”Suara yang membuat manusia menciut diserang pembunuh!”..Hah, rasanya jantungku berdisko. Sial, alat disko rusak jantungku tak beraturan. Kakinya berlipat lebih besar dari kaki manusia… Jari kakinya, “Haah, aku lapar! Arrgggggg!” Teriaknya, nyaliku semakin menciut. Aku seperti anak ayam kehilangan induknya. Dem, dem.. Suara langkah kakinya seperti bom nuklir. Oh, Tuhan hewan apa itu? Brook, syett sekali gebrakan pohon beringin tumbang tanah bergoncang. “Heh, apa itu?” Kuberanikan nyali untuk keluar dari tempat persembunyian. Kulihat rambutnya setebal tongkat pramuka. Tangannya tertutup bulu hitam tebal rahangnya kuat, tingginya melebihi gedung berlantai 15, telapak kakinya dua kali lipat kaki gajah. Tidak, dia dia mengarah kepadaku. Aku harus mampu menghindar, tapi bagaimana mungkin kaki kekarku menciut seketika. Aku hanya terbaring kaku di tanah lembab ini. Tolong siapapun yang mengendalikan monster itu hentikan. Keluarkan saja aku dari dongeng ini, “Ah, sial! Kekuatan…kekuatan” Bahkan cukup sulit untuk kulakukan dan satu dua ti…

“Aaaa, lepaskan. Jangan makan saya! Lepaa..s!”
“Woi!!! Sadar, sadar!! Wooouiii!” Siapa yang berbicara denganku, dengan berat hati dan perasaan takut. Kubuka mata ini perlahan tapi pasti “Woooaaa!” “Ahhh, sialan loe! Mau bunuh gue loe ya!” Marah, sebenarnya itu hanya akting untuk menutupi rasa takut ini. Yah, seperti itulah aku. Tapi benar, sahabatku ini memang menjengkelkan..”Haha, dasar pecundang loe bro! Jangan makan saya, lepas. Hahaha” Eh, apa dia meledekku. Menirukan gaya anak kecil yang kehilangan permen.”Sialan loe! Pergi sana” “Haha, santai bro. Kenalian gue Ikal sahabat terbaik loe sekaligus orang tertampan di seluruh semesta Bento. Jadi, kalau anda mau minta tanda tangan saya dengan senang hati” Apa? Dia semakin meledekku, bergaya ala aktor professional. Dasar! “Pergi atau gue bunuh loe!” “Santai Noah, gue bercanda. Cepat mandi dan sarapan. Kasihan nasi berbumbu kecap ditaburi bawang goreng krispy dan sisiran daging ayam kampung dengan perpaduan bumbu balado…dan” “Diam! Gue turun bentar lagi. Sekarang pergi, emang loe mau mandiin gue” Sukurin, gue kerjain loe Kal. Ikal pasti sangat jijik dengan ucapan dan kedipan genit gue. Rasain loe! “Busyet, loe pikir gue gay! Permisi my master of deception”

Baca Juga : Darkness (Part 1)

Tags:

0 thoughts on “Darkness (PART 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published.